Search

Petroleum

Bersempena kenaikan petroleum dunia. Hari ini kita rungkai asal-usul kejadian dan perihal yang berkaitan dengan petroleum serba sedikit.

Petroleum

Petroleum (minyak batu, dari bahasa Greek petra – batu dan oleum – minyak) merupakan sejenis cecair gelap dan pekat yang juga dipanggil emas hitam. Ia biasanya merupakan sebatian pelbagai hidrokarbon, terutamanya siri alkana, dan biasanya didapati di bahagian atas kerak bumi. Kegunaan utama petroleum ialah sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan kenderaan.

Selain sebagai bahan bakar dan pelincir, petroleum turut digunakan dalam pelbagai industri seperti pembuatan pelarut, baja serta racun perosak, sabun dan detergen, pewangi, plastik, bahan letupan dan lain-lain.


Komposisi

Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses penyulingan, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.

Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, paduan hidrogen dan karbon.

Empat alkana teringan— CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10 (butana) — semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6°C, -88.6°C, -42°C, dan -0.5°C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).

Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah mengewap, nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10 sampai C15, diikuti oleh minyak diesel (C10 hingga C20) dan bahan bakar minyak yang digunakan dalam mesin kapal. Senyawaan dari minyak bumi ini semuanya dalam bentuk cair dalam suhu ruangan.

Minyak pelincir dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline®) berada di antara C16 sampai ke C20.

Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.

Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:

minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar kenderaan)
minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar kenderaan)
minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar enjin jet)
minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
minyak pelincir: > 300 °C (minyak mesin)
sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Beberapa saintis menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.


Negara penghasil petroleum terbesar

(Disusun berdasar jumlah produksi tahun 2003)

Arab Saudi (OPEC)
Amerika Syarikat
Rusia
Iran (OPEC)
Mexico
China
Norway
Kanada
Amiriah Arab Bersatu (OPEC)
Venezuela (OPEC)
United Kingdom
Kuwait (OPEC)
Nigeria (OPEC)
(Disusun berdasar jumlah yang dieksport di 2003):

Arab Saudi (OPEC)
Rusia
Norway
Iran (OPEC)
Amiriah Arab Bersatu (OPEC)
Venezuela (OPEC)
Kuwait (OPEC)
Nigeria (OPEC)
Mexico
Algeria (OPEC)
Libya (OPEC)
Catatan: AS mengkonsumsi seluruh minyak yang diproduksinya.

Sumber: Statistika Energi dari pemerintah AS

0 Comments:

Post a Comment