Sylar Pictures, Images and Photos

Search

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Biawak

Ini ialah biawak

Entry kali ini aku buat khas untuk sorang awek namanya rhea...
konon-konon nama glemer Rhea D'Scarlet..hehehe..
memandangkan salah satu dari cabang hobi rhea nie menternak biawak...
jadi apakata kita wikipedia dulu 'apa itu biawak?'

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Biawak adalah sebangsa reptil yang masuk ke dalam golongan kadal besar, suku biawak-biawakan (Varanidae). Biawak dalam bahasa lain disebut sebagai bayawak (Sunda), menyawak atau nyambik (Jawa), berekai (Madura), dan monitor lizard atau goanna (Inggris).

Biawak banyak macamnya. Yang terbesar dan terkenal ialah biawak komodo (Varanus komodoensis), yang panjangnya dapat melebihi 3 m. Biawak ini, karena besarnya, dapat memburu rusa, babi hutan dan anak kerbau. Bahkan ada kasus-kasus di mana biawak komodo menyerang manusia, meskipun jarang. Biawak ini hanya menyebar terbatas di beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara, seperti di p. Komodo, p. Padar, p. Rinca dan di ujung barat p. Flores.

Biawak yang kerap ditemui di desa-desa dan perkotaan di Indonesia barat kebanyakan adalah biawak air dari jenis Varanus salvator. Panjang tubuhnya (moncong hingga ujung ekor) umumnya hanya sekitar 1 m lebih sedikit, meskipun ada pula yang dapat mencapai 2,5 m.


Habitat dan Makanan

Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepian danau, pantai, dan rawa-rawa termasuk rawa bakau. Di perkotaan, biawak kerap pula ditemukan hidup di gorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai.

Biawak memangsa aneka serangga, ketam atau yuyu, berbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut. Biawak pandai memanjat pohon. Di hutan bakau, biawak kerap mencuri telur atau memangsa anak burung. Biawak juga memakan bangkai, telur kura-kura, penyu atau buaya.

Kehidupan Biawak

Biawak berkembang biak dengan bertelur. Sebelum mengawini betinanya, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu untuk memperlihatkan penguasaannya. Pertarungan biawak ini unik dan menarik, karena dilakukan sambil ‘berdiri’. Kedua biawak itu lalu saling pukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga tampak seperti menari bersama.

Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur di tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting. Panas dari sinar matahari dan proses pembusukan serasah akan menghangatkan telur, sehingga menetas.

Biawak dan Manusia


Biawak telah ratusan bahkan ribuan tahun diburu manusia. Orang terutama memanfaatkan kulitnya sebagai bahan perhiasan, dan dagingnya sebagai bahan makanan atau untuk obat. Pada waktu kini, perdagangan kulit biawak telah menghidupi beribu-ribu orang, mulai dari penangkap biawak di desa-desa, pengumpul, pengolah, eksportir, hingga industri kulit. Tidak kurang dari satu juta potong kulit biawak air dikumpulkan setiap tahunnya dari berbagai bagian dunia (Shine et al. 1996, Biological Conservation 77 : 125-134).

Biawak ditangkap orang dengan cara dijerat atau dikail. Jerat atau kail itu dipasang di tempat yang sering didatangi biawak. Seperti umumnya daging kadal, daging biawak juga dipercaya sebagai ubat sakit kulit.

joa : OOo...camtu.. baru aku tau...

Jenis-jenis Biawak

Suku Varanidae terdiri atas dua kelompok yang sedikit berbeda, yalah dari marga Varanus yang besar (lebih dari 35 spesies di seluruh dunia), dan marga Lanthanotus yang sejauh ini berisi spesies tunggal L. borneensis dari Kalimantan. Marga yang kedua itu merupakan biawak yang bertubuh kecil (lk. 30 cm) dan tanpa lubang telinga.

Biawak ([[bahasa Inggeris: Monitor lizard) merupakan haiwan reptilia yang berdarah sejuk dan membiak secara bertelur.

Terdapat beberapa jenis biawak, antaranya adalah:-

* Dhab
* Biawak air
* Biawak Kudung
* Biawak Serunai
* Biawak Komodo

Biawak Air kut..Biawak Komodo

Ini buaya la bang...apsal masuk sini

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m, bobot mencapai 70 Kg. Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, Sekitar 4.000-5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam bebas. Karena populasinya yang sangat terbatas dan diperkirakan hanya sejumlah 350 ekor komodo betina saja yang masih produktif dan bisa berkembang biak. Berawal dari ancaman kepunahan ini pemerintah mendirikan Taman Nasional Komodo guna mencegah satwa komodo dari kepunahan.

Pengelasan saintifik
Alam: Haiwan
Filum: Kordata
Subfilum: Vertebrat
Kelas: Sauropsida
Order: Squamata
Famili: Varanidae
Genus: Varanus

Bagaimanapun berdasarkan artikel lain yang dijumpai, biawak hidup tidak merujuk kepada golongan binatang ini. Ini berdasarkan kepada perumpaan Melayu... bagai mendukung biawak hidup atau lidah biawak

Bagai mendukung biawak hidup


“Memikul biawak hidup” adalah satu peribahasa Melayu hasil pengalaman terkumpul nenek moyang kita. Kata-kata hikmat ini adalah ilmu warisan yang disusun dalam lenggok bahasa yang indah, ditinggalkan untuk menjadi pengajaran dan pendidikan turun-temurun.

Peribahasa ini timbul hasil pengalaman dan pemerhatian dalam konteks budaya Melayu. Pasti pernah ada manusia Melayu yang memikul seekor biawak hidup. Semasa memikul biawak itu, manusia Melayu ini mungkin telah dicakar, digigit atau dikencing oleh sang haiwan itu.

Cerita-cerita lisan rakyat Melayu kuno banyak berkisar dengan kisah, tauladan dan metafora binatang. Biawak dalam mitos dan budaya Melayu bukanlah satu binatang yang disukai; tidak seperti kancil yang dianggap bijak bistari.

Biawak juga digunakan dalam satu lagi perumpamaan Melayu: Seperti lidah biawak. Perumpamaan ini juga muncul hasil pengamatan mereka apabila melihat lidah biawak yang bercabang.

Lidah biawak diertikan kepada seseorang yang cakapnya berdolak-dalik dan tidak boleh dipercayai. Malah budaya Melayu begitu allergic (alah) sekali terhadap biawak - hingga dianggap sial dan perlu dibatalkan perjalanan seseorang jika dilintasi oleh seekor biawak.



Agak panjang artikel pasal biawak nie... diharap artikel akan memberi sedikit ilmu kepada anda perihal biawak. tak banyak gambar biawak yang aku jumpa. ada satu kuiz yang mungkin boleh dikongsi bersama dari tuttionplaza..

rujukan

Seorang pengarah yang berjaya jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengarah yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulakan pembicaraan, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu berertinya kau akan meninggal dunia!

Kalau hanya mencari 50 orang, itu sangat mudah.'kata si pengarah ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan bangganya si pengarah bertanya, Apakah esok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah pekerja aku punya lebih dari 1000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan perkara susah.

Dengan lembut si Malaikat berkata, Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 minit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengarah, si malaikat menunjukkan layar besarberupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang isteri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putera puterinya yang berdoa dengan khusuk dan nampak ada titisan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu kerana doa isterimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu.

Kembali terlihat dimana si isteri sedang berdoa jam 2:00 subuh, Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam kerjanya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularity dan menaikkan namanya saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau berikan pada kami, mereka masih memerlukan seorang ayah. Hambamu ini tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.

Dan setelah itu isterinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan cengkung karena kurang rehat.

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengarah ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahawa dia bukanlah suami yang baik. Dan bukan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta isteri dan anak-anak padanya.

Waktu terus berlalu, waktu yang dia miliki hanya 10 minit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengarah ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 minit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan sedihnya dia bertanya, Apakah diantara pekerjaku, kaum kerabatku, teman kerja ku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?

Jawab si Malaikat, Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak ikhlas. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu mementingkan diri, sombong, mengainaya pekerja, kejam, ego dan bukanlah pihak atasan yang baik. Bahkan kau sanggup memecat pekerja yang tidak bersalah dan yang tidak setimpal dengan kesalahannya. . Si pengarah tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si isteri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kerusi hospital dan si isteri yang kelihatan lelah juga tertidur di kerusi sambil memangku si bongsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.

Dengan hairan dan tidak percaya, si pengarah bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Pusat Asuhan Anak Yatim? kata si pengarah perlahan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari populariti saja dan untuk menarik perhatian kerajaan dan pelawat luar negeri.

Pagi tadi , salah seorang anak pusat asuhan tersebut membaca di surat khabar bahawa seorang pengarah terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di surat khabar dan yakin kalau orang yang sedang koma adalah kamu, orang yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak yatim pusat asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya. Kita malas. Tidak ada waktu. Beban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita fikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan memerlukan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita boleh melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Kerana pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fizikal dan hartanya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan perlahan, 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan memerlukan- MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...! !!'

tangan lucu Pictures, Images and Photos

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar -meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja. Anak
tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci.

Bermainlah dia sama ada berbuai-buai di atas buaian yang dibeli bapanya,
ataupun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain di laman rumahnya. Suatu hari dia terjumpa sebatang paku karat. Dia pun melakar simen tempat letak kereta ayahnya tetapi kerana diperbuat daripada marmar,lakaran tidak kelihatan. Dicubanya pada kereta baru ayahnya.

Ya...kerana kereta itu bewarna gelap, lakarannya jelas.Apa lagi kanak-kanak
ini pun melakarlah melahirkan kreativitinya. Hari itu bapa dan ibunya
bermotosikal ke tempat kerja kerana laluannya sesak sempena perayaan Thaipusam.

Penuh sebelah kanan dia beredar ke sebelah kiri kereta. Dilakarnya gambar
ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan sebagainya
mengikut imaginasinya. Kejadian itu langsung tak disedari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejut badaklah pasangan itu melihat kereta yang baru
setahun dibeli dengan bayaran ansuran, berbatik-batik. Si bapa yang belum
pun masuk ke rumah terus menjerit, "Siapa punya kerja ni?" Pembantu rumah
yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar.
Mukanya merah padam ketakutan tambah-tambah melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Tak tahu... !" "Duduk di rumah sepanjang hari tak tahu, apa kau buat?" herdik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari bilik. Dengan penuh manja dia berkata "Ita buat ayahhh.. cantik kan!"

Katanya menerkam ayahnya ingin bermanja seperti selalu. Si ayah yang
hilang sabar merentap ranting kecil pokok bunga raya di depannya, terus
dipukul bertalu-talu tapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul tapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan diri, mungkin setuju dan berasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah melopong, tak tahu nak buat apa-apa. Si bapa cukup rakus
memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Selepas si bapa masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong
anak kecil itu, membawanya ke bilik. Dilihatnya tapak tangan dan belakang
tangan si anak kecil calar balar.

Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia
menangis. Anak kecil itu pula terjerit-jerit menahan kepedihan sebaik
calar-balar itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak
kecil itu. Si bapa sengaja membiarkan anak itu tidur bersama
pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak.

Pembantu rumah mengadu. "Sapukan minyak gamat tu!" balas tuannya, bapa si
anak. Pulang dari kerja, dia tidak melayan anak kecil itu yang menghabiskan
masa di bilik pembantu. Si bapa konon mahu mengajar anaknya. Tiga hari
berlalu, si ayah langsung tidak menjenguk anaknya sementara si ibu juga
begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.

"Ita demam... " jawap pembantunya ringkas. "Bagi minum panadol tu," balas si ibu.

Sebelum si ibu masuk bilik tidur dia menjenguk bilik pembantunya. Apabila
dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup semula pintu.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahu tuannya bahawa suhu badan Ita terlalu panas. "Petang nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap" kata
majikannya itu. Sampai waktunya si anak yang longlai dibawa ke klinik.
Doktor mengarahnya ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius.

Setelah seminggu di wad pediatrik doktor memanggil bapa dan ibu kanak-kanak
itu.

"Tiada pilihan.." katanya yang mencadangkan agar kedua-dua tangan
kanak-kanak itu dipotong kerana gangren yang terjadi sudah terlalu teruk.
"Ia sudah bernanah, demi nyawanya tangan perlu dipotong dari siku ke bawah"
kata doktor.

Si bapa dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu.
Terasa diri tunggang terbalik, tapi apalah dapat dikatakan. Si ibu meraung
merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapa terketar-ketar menandatangani surat kebenaran pembedahan. Keluar dari bilik pembedahan, selepas ubat bius yang dikenakan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga terpinga-pinga melihat kedua-dua tangannya berbalut putih. Direnung muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah.

Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam seksaan menahan sakit, si anak yang keletah bersuara dalam linangan air mata.

"Abah.. Mama... Ita tak buat lagi. Ita tak mau ayah pukul. Ita tak mau
jahat. Ita sayang abah.. sayang mama." katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa. "Ita juga sayang Kak Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung seperti histeria.

"Abah.. bagilah balik tangan Ita. Buat apa ambil.. Ita janji tak buat lagi! Ita nak makan macam mana? Nak main macam mana? Ita janji tak conteng kereta lagi," katanya bertalu-talu. Bagaikan gugur jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya.

Meraung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Pada suatu pagi yang hening, sang guru bertanyakan kepada murid-muridnya, “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?” Seorang murid setelah berfikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab: “Kerana saat seperti itu ia telah hilang sabar, kerana itu ia lalu berteriak.”

Tapi…” Sang guru balik bertanya, ” Lawan bicaranya itu tidak berada jauh dari situ, hanya disisinya sahaja. Mengapa harus berteriak? Adakah ia tidak dapat berbicara baik-baik?” Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang pada perkiraan mereka adalah ‘logic’. Namun tiada satu pun jawapan yang benar-benar dapat memuaskan hati.

Sang guru lalu berkata: “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak kedua-dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fizikalnya mereka begitu dekat. Kerana itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada diantara kedua-duanya pun menjadi lebih jauh lagi. Kerana itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.” Sang guru menjelaskan dengan lebih lanjut, “Sebaliknya, apa yang akan terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka bukan hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara sekalipun, suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, kedua-duanya masih berupaya untuk saling mendengarkannya dengan begitu jelas sekali. Mengapa pula demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berfikir dengan serius sekali namun tidak seorang pun yang berani bangkit untuk memberikan jawapan. ” Kerana hati mereka begitu dekat, hati mereka tidak berjarak. Pada akhirnya sepatah kata pun tidak perlu mereka ucapkan. Satu pandangan mata sahaja amatlah cukup untuk membuatkan mereka memahami apa yang ingin disampaikan.” Sang guru masih meneruskan, “Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tidak mengucapkan kata-kata merupakan cara yang bijaksana. Kerana waktu akan membantu anda.”

Kita semua mempunyai jumlah waktu yang sama meskipun kemampuan yang tidak sama. Tetapi orang yang menggunakan waktunya dengan lebih baik, acap kali mengalahkan mereka yang mempunyai kemampuan lebih banyak.

Perangkap Tikus

Sepasang suami dan isteri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”

Ternyata yang dibeli oleh petani hari adalah perangkap tikus.
Sang tikus naik panik bukan kepalang.

Ia bergegas lari ke sarang dan bertempik, ” Ada perangkap tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”

Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak, ” Ada perangkap tikus !”
Sang Ayam berkata, ” Tuan Tikus ! Aku turut bersedih tapi ia tak ada kena-mengena dengan aku.”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi.
Sang Kambing pun jawab selamba, “Aku pun turut bersimpati…tapi tidak ada yang boleh aku buat. Lagi pun tak tak ada kena-mengena dengan aku. “

Tikus lalu menemui Lembu. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Takkanlah sebesar aku ni boleh masuk perangkap tikus. “

Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui Ular. Sang ular berkata “ Eleh engkau ni…Perangkap Tikus yang sekecil tak kan la nak membahayakan aku.”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan dah mengena. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Ekor ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah.

Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, isterinya tidak sempat diselamatkan. Si suami pun membawa isterinya ke hospital. Beberapa hari kemudian
isterinya sudah boleh pulang namun tetap sahaja demam.

Isterinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya kerana percaya sup cakar ayam boleh mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapat cakar buat sup.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suami pada isterinya, tak sampai hati pula dia melihat orang ramai tak dijamu apa-apa. Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih lembu peliharaannya itu untuk diberi makan orang-orang yang ziarah.

Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.



Moral: Apabila sahabat dalam kesusahan, bantulah dia.

Pendayung Sampan

Suatu hari, seorang Professor yang sedang membuat kajian tentang lautan menumpang sebuah sampan. Pendayung sampan itu seorang tua yang begitu pendiam. Professor memang mencari pendayung sampan yang pendiam agar tidak banyak bertanya ketika dia sedang membuat kajian.

Dengan begitu tekun Professor itu membuat kajian. Diambilnya sedikit air laut dengan tabung uji kemudian digoyang-goyang; selepas itu dia menulis sesuatu di dalam buku. Berjam-jam lamanya Professor itu membuat kajian dengan tekun sekali. Pendayung sampan itu mendongak ke langit.Berdasarkan pengalamannya dia berkata di dalam hati, "Hmm. Hari nak hujan."

"OK, semua sudah siap, mari kita balik ke darat" kata Professor itu. Pendayung sampan itu akur dan mula memusingkan sampannya ke arah pantai. Hanya dalam perjalanan pulang itu barulah Professor itu menegur pendayung sampan.

"Kamu dah lama kerja mendayung sampan?" Tanya Professor itu.

"Hampir semur hidup saya." Jawab pendayung sampan itu dgn ringkas.

"Seumur hidup kamu?" Tanya Professor itu lagi. "Ya".

"Jadi kamu tak tahu perkara-perkara lain selain dari mendayung sampan?" Tanya Professor itu. Pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepalanya. Masih tidak berpuas hati, Professor itu bertanya lagi, "Kamu tahu geografi?"

Pendayung sampan itu menggelengkan kepala.
"Kalau macam ni, kamu dah kehilangan 25 peratus dari usia kamu."

Kata Professor itu lagi, "Kamu tahu biologi?"
Pendayung sampan itu menggelengkan kepala.

"Kasihan. Kamu dah kehilangan 50 peratus usia kamu. Kamu tahu fizik?" Professor itu
masih lagi bertanya.

Seperti tadi, pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepala.
"Kalau begini, kasihan, kamu sudah kehilangan 75 peratus dari usia kamu.Malang sungguh nasib kamu, semuanya tak tahu.Seluruh usia kamu dihabiskan sebagai pednayung sampan." Kata Professor itu dengan nada mengejek dan angkuh. Pendayung sampan itu hanya berdiam diri.

Selang beberapa minit kemudian, tiba-tiba hujan turun. Tiba-tiba saja datang ombak besar. Sampan itu dilambung ombak besar dan terbalik.Professor dan pendayung sampan terpelanting. Sempat pula pendayung sampan itu bertanya,

"Kamu tahu berenang?"

Professor itu menggelengkan kepala.

"Kalau macam ini, kamu dah kehilangan 100 peratus nyawa kamu." Kata pendayung sampan itu sambil berenang menuju ke pantai.

LEMBU: Hai anjing, apa habaq? Macam ada yg tak kena je?

ANJING: Aku tengah tension nih. Mau je aku gigit manusia tadi.

LEMBU : eh? kenapa?

ANJING: aku lalu tepi dua orang mansuia lelaki dan perempuan yg sedang berkepit. Tetiba si lelaki terperanjat dan terus melompat dan berkata "hoi anjing, pergi jauh-jauh, najis!".

LEMBU: Ya, lah. Ko kan haram. Najis tahap berat bagi manusia. Biasalah tu.

ANJING: Kalau aku najis sekali pon, kalau dia tersentuh aku, boleh disamak. Yang dia
sentuh dan raba-raba awek dia tu apa? Boleh ke nak samak dosa?

LEMBU: Betul tu. Memegang wanita yg bukan mahramnya tanpa ikatan yg sah, lebih
dahsyat kenajisannya daripada memegang ko anjing, malah tak boleh suci sekalipun di samak.

ANJING: Wah.. ayat ko memang power la... manusia kena ubah pepatah "Pandai macam LEMBU"

Sejenak

Seorang teman pernah berpesan..

"Kadang2 Allah sembunyikan matahari..
Dia datangkan petir dan kilat..
kita menangis dan tertanya-tanya,
kemana hilangnya sinar..
Rupa2nya.. Allah nak hadiahkan kita pelangi.."

Mabuk Cinta

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya." Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah." Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit. Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."

Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Berzikir

Ketika sedang berehat datanglah malaikat kepada Nabi Ilyas A.S. Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Ilyas menjadi sedih dan menangis.
"Mengapa engkau bersedih?" tanya malaikat maut.
"Tidak tahulah." Jawab Ilyas.
"Apakah engkau bersedih kerana akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut?" tanya malaikat.
"Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali kerana aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berzikir memuji Allah," jawab Ilyas.

Saat itu Allah lantas menurunkan wahyu kepada malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas ingin terus hdup semata-mata kerana ingin berzikir kepada Allah. Maka berzikirlah Nabi Ilyas sepanjang hidupnya."Biarlah dia hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada-Ku sampai akhir nanti." Kata Allah.

;;